google.com, pub-8188148496257160, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PRINCES ECONOMY WORLDWIDE

Informasi Terpanas Tentang Ekonomi Yang Lagi Menjadi Trending Topik diseluruh Dunia *** Read More ***

PRINCES CELEBRITY WORLDWIDE

Informasi Terpanas Tentang Kehidupan Artis Yang Lagi Menjadi Trending Topik diseluruh Dunia *** Read More ***

PRINCES HISTORY TOUR AND TRAVEL

Informasi Terpanas Tentang Perjalanan Wisata Yang Lagi Menjadi Trending Topik diseluruh Dunia *** Read More ***

PRINCES LOVE GOD

Informasi Terpanas Tentang Kehidupan Rohani Yang Lagi Menjadi Trending Topik diseluruh Dunia *** Read More ***

PRINCES ADVERTISING

Kesempatan Buat Anda yang ingin Memajukan Bisnis dengan Pasang Iklan Secara Gratis dan Dibaca diseluruh Dunia *** Read More ***

Translate this page to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


Belajar Forex Gratis

Showing posts with label Management Asuransi. Show all posts
Showing posts with label Management Asuransi. Show all posts

RISK MANAGEMENT ASURANSI


Management Asuransi

Untuk menghadapi risiko-risiko tersebut, manusia menyelenggarakan suatu pengolahan atau pengaturan risiko atau RISK MANAGEMENT, yaitu suatu kegiatan untuk mengelolah atau mengatur dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:



 -.    RISK IDENTIFICATION (Identifikasi Risiko).

Melakukan suatu identifikasi atas segala kemungkinan-kemungkinan terjadi suatu risiko yaitu dengan cara mengumpulan data-data atau mencari informasi-informasi lain yang dapat diperoleh sehubungan dengan risiko yang akan dihadapi tersebut.

-.    RISK EVALUATION/ANALYSIS (Evaluasi/analisa risiko)
Melakukan evaluasi atau analisa risiko dari akibat yang mungkin ditimbulkan oleh risiko terhadap organisasi dapat dilakukan secara :

a. Analisa Kualitatif yaitu analisa secara fisik terhadap potensi risiko yang ada tanpa memperhatikan monetary value di dalamnya.
misal: dari flow-chart dapat dievaluasi kualitatif efek dari terjadinya suatu peristiwa, cara ini dilakukan bila tidak adanya data yang cukup untuk dapat dihitung.

b.  Analisa Kuantitatif yaitu analisa finansial terhadap akibat yang ditimbulkan oleh kerugian yang terjadi. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan statistik bila tersedia data yang cukup untuk dasar perhitungan.

Dua faktor yang dianalisa adalah :
1.       Frekuensi terjadinya kerugian (Frequency)
2.       Tingkat besarnya kerugian (Severity)

1.        Tingkatan Frekuensi Risiko :
a.       Kemungkinan sering terjadi            Most Probable
b.       Kemungkinan ada terjadi                Probable
c.       Kemungkinan kadang kala terjadi   Fair
d.       Kemungkinan kecil terjadi              Slight
e.       Kemungkinan tidak terjadi              Improbable

2.      Tingkat Besarnya kerugian

a.       Bencana (Catastrophe) , sangat mempengaruhi kesinambungan atau kehidupan perusahaan.

b.       Tinggi (High), sangat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan.

c.       Sedang (Medium), Kerusakan menimbulkan masalah dalam jangka waktu tertentu.

d.       Rendah (Low). Kerusakan hanya menimbulkan masalah kecil bagi perusahaan.

e.       Dapat diabaikan (Negligible), Tidak berpengaruh pada kegiatan atau pendapatan perusahaan.
   
    
Hubungan antara Frekwensi dengan tingkat keparahan (Frequency dan Severity) risiko dalam asuransi, menyatakan bahwa :
  • Pada Frequency tinggi, umumnya mempunyai nilai kerugian yang rendah.
  • Pada Frekwensi rendah, umumnya dengan nilai kerugian yang besar.


Jadi dapat dilihat bahwa hubungan antara Frekwensi dengan nilai kerugian adalah hubungan terbalik.

Contoh :
 High frequency – low severity: kerugian kebakaran pada rumah-rumah tinggal
 Low frequency – high severity: Kerugian kebakaran pada bangunan-2 pabrik.


-.   RISK CONTROL (Pengendalian Risiko).


Ada 2 kategori pengelolahan risiko yaitu :
1.       Pengendalian risiko secara fisik (physical)
2.       Pengendalian risiko secara Finansial (financial)

1.       Pengendalian risiko secara fisik :
Pengendalian risiko secara fisik dapat dilakukan dengan cara :

a.       Pengurangan Risiko (Risk Reduction/Loss Prevention).
Pengurangan dan pencegahan risiko saling berkaitan erat dan pada dasarnya dapat dicapai dengan cara mengurangi atau menyingkirkan sebagian atau keseluruhan dari risiko yang ada.

Dalam pelaksanaannya ada 2 (dua) cara yang dapat digunakan, yaitu :

a.1    ELEMINASI (Penghapusan risiko).
Menghapuskan atau mengurangi kemungkinan terjadinya risiko yang dihadapi .
misal : karena takut kecelakaan dijalan à mobil dijual

a.2   MINIMISASI (memperkecil risiko).
Usaha untuk memperkecil risiko dapat dibagi dalam 2(dua) bagian, yaitu
Ø  Pre Loss Minimisation
adalah suatu tindakan memperkecil terjadinya suatu risiko yang dilakukan sebelum terjadinya kerugian.
contoh : menyediakan alat pemadam kebakaran, safebelt, dll.

Ø  Post Loss Minimisation
adalah suatu tindakan memperkecil terjadinya suatu risiko yang dilakukan sesudah terjadinya kerugian.
contoh :  Menyelamatkan sisa-sisa barang akibat kebakaran.

b.       Penghapusan Risiko (Risk Avoidance).
Penghapusan risiko atau Risk Avoidance dapat diartikan sebagai menghapus sama sekali kemungkinan terjadinya suatu risiko (totally eliminate).
Jadi tidak berbuat atau terjun dalam aktivitas sejak pertama kali.
contoh : Suatu perusahaan dapat menghindarkan risiko kebanjiran dengan tidak membangun pabrik atau gudang didaerah banjir.

Keuntungan dari Risk Avoidance:
Kemungkinan terjadinya kerugian dapat diturunkan hingga titik NOL, jadi tidak perlu lagi tehnik Risk Management lebih lanjut karena kemungkinan terjadinya kerugian sudah dihapuskan sama sekali.

Kerugian dari Risk Avoidance:

  • Kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan (loss of Profit).
  • Tidak mungkin semua kemungkinan terjadinya kerugian dihapuskan

Contoh : kematian tidak mungkin dapat dihindar.


2. Pengendalian risiko secara finansial :
Ada 2(dua) cara yang dapat dilakukan dalam pengendalian risiko secara finansial, yaitu :

a. Retensi Risiko (Risk Retention).
Retensi risiko sebagian atau seluruhnya, dengan menyisihkan atau mencadang-kan dana untuk pembiayaan apa bila risiko tersebut terjadi.
Biaya untuk mengasuransikan kerugian yang dapat diperkirakan mungkin akan sama atau lebih besar daripada jumlah kerugian yang terjadi tersebut.

b. Transfer Risiko (Risk Transfer).
Perusahaan memindahkan efek dari kerugian yang diderita kepada orang lain atau perusahaan lain.
Bentuk Transfer Risiko ini yang paling umum adalah Asuransi.

Dalam prakteknya ke-empat cara/metode diatas dapat digunakan secara terpisah dan dapat juga digunakan secara kombinasi antara 2 metode atau lebih.
misal :
  • untuk risiko yang mempunyai dampak kerugian kecil bisa digunakan metode pencegahan dan menahannya jika risiko tersebut muncul, sedangkan
  • untuk risiko yang mepunyai dampak kerugian yang cukup besar bisa digunakan metode pencegahan dan pemindahan risiko.


Dalam metode Pemindahan Risiko (Risk transfer Method) ini berarti bahwa seseorang/ perusahaan dapat memindahkan sebagian/seluruh dampak kerugian yang ada jika risiko tersebut muncul, kepada bahu seseorang/perusahaan lainnya, sehingga kerugian yang muncul nantinya tidak akan mempengaruhi kegiatan atau kondisi keuangannya.

Dari cara pengendalian risiko secara Finansial dengan metode Tranfer Risk di mana risiko tersebut ditranfer ke Perusahaan Asuransi, maka timbul suatu pengertian bahwa Asuransi merupakan salah satu mekanisme pengalihan Risiko (Risk Transfer Mechanism).

Pada metode pemindahan risiko inilah Industri Asuransi bekerja, dimana seseorang atau perusahaan dapat mengalihkan sebagian risiko-risiko yang dimilikinya kepada Perusahaan Asuransi dengan jalan membeli polis asuransi sesuai dengan jenis risiko yang dihadapinya.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selain risiko adalah suatu ketidak pastian akan suatu kerugian (Uncertainty of Loss), juga dapat diartikan sebagai objek asuransi (Subject matter of Insurance).

Risk Management dalam Perspektif Underwriting

Manajemen dapat dimengerti sebagai prosedur, sistem, atau cara yang teratur yang ada dalam suatu organisasi agar dapat mencapai tujuannya. Risk atau Risiko dapat dipahami sebagai suatu perubahan yang dapat terjadi yang dapat memberikan dampak negative maupun positif. Setiap perubahan yang terjadi dalam organisasi menimbulkan risiko. Dalam konsep inilah, Risk Management (manajemen risiko) dipahami sebagai suatu prosedur, system, atau cara yang teratur untuk mengelola risiko yang muncul karena berbagai perubahan.

Risk Management dalam Perspektif Underwriting


Underwriting menjadi satu unit dalam asuransi yang menilai seberapa besar risiko yang ada dalam suatu organisasi ditanggung oleh sebuah perusahaan asuransi. Tidak hanya memberikan akseptasi untuk penutupan suatu risiko, perusahaan asuransi berkewajiban memberikan masukan bagi organisasi agar dapat melakukan manajemen risiko dengan baik. Dengan melakukan manajemen risiko, suatu organisasi dapat meminimalisasi risiko yang mungkin dapat terjadi. Dengan demikian, pada dasarnya manajemen risiko tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan asuransi, tetapi juga menguntungkan organisasi yang dalam hal ini berperan sebagai tertanggung.

Konsep Risiko
Sebagaimana yang diungkapkan di atas, pada dasarnya risiko adalah sebuah perubahan. Secara peyoratif, risiko dipahami sebagai suatu perubahan yang dapat membawa dampak negatif bagi suatu organisasi maupun individu. Dalam konsep asuransi, risiko timbul dari ketidakpastian. Konsep risiko memiliki tiga elemen:
1.    Suatu persepsi bahwa sesuatu mungkin terjadi
2.    Kemungkinan sesuatu terjadi
3.    Konsekuensi bila itu terjadi

Secara sederhana, ada tiga kategori risiko dilihat dari pengaruhnya:
1.    Ada risiko, tapi tidak berpengaruh
2.    Ada risiko dan itu berpengaruh
3.    Tidak tampak (seolah tidak ada), tetapi berpengaruh

Manajemen Risiko
Konsep sederhana mengenai risiko di atas membawa kita pada pertanyaan, bagaimana risiko dapat dikelola sehingga kemungkinan terjadinya risiko tersebut menjadi berkurang. Di sinilah manajemen risiko dalam sebuah organisasi menjadi sangat penting.

Secara sederhana, manajemen risiko adalah sebuah proses metodis dalam menangani semua risiko dalam aktivitas organisasi.  Manajemen risiko juga dapat diistilahkan sebagai suatu seni dan sekaligus ilmu pengetahuan untuk mereduksi risiko kerugian dan meminimalisasi efeknya terhadap bisnis. Manajemen risiko berfokus pada identifikasi dan mengolah risiko. Tujuan dari seluruh proses kegiatan manajemen risiko adalah untuk menciptakan nilai tambah yang maksimum untuk sebuah organisasi dengan meningkatkan kemungkinan keberhasilan atau keuntungan, dan meminimalisasi kegagalan dan ketidakpastian dalam seluruh kegiatan organisasi.

Lebih dari itu, ada beberapa alasan mendesak mengapa manajemen risiko itu dibutuhkan. Alasan-alasan itu antara lain:
  • Risiko itu selalu ada di setiap organisasi bisnis, entah kecil entah besar
  • Semua potensial risiko dapat dihindari, dieliminasi, maupun dikurangi pada level yang wajar dan dapat diterima dan tentunya dalam biaya yang lebih efektif
  • Risiko dapat sangat mahal
  • Dunia sekarang ini semakin berrisiko
  • Corporate governance – harapan yang semakin besar dalam akuntabilitas manajemen
  • Fokus yang kuat dalam brand dan reputasi


Setidaknya ada lima benefit dari manajemen risiko, yaitu:
  1. Manajemen risiko memberikan pola pikir yang memungkinkan akitivitas masa depan berlangsung secara konsisten dan terkendali.
  2. Meningkatkan pemahaman dalam pengambilan keputusan, perencanaan dan pemrioritasan secara komprehensif dan terstruktur dalam melihat aktivitas bisnis, ketidakstabilan, ancaman, dan kesempatan.
  3. Berkontribusi dalam efisiensi alokasi modal dan sumber daya
  4. Melindungi dan meningkatkan image dan reputasi perusahaan
  5. Efisiensi operasional melalui akuntabilitas, pengukuran kinerja dan penghargaan

Custom Search