Translate this page to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


Beli Pulsa Listrik Disini

www.opulsa.com

Qualities Of A Leader World War III

Untuk Menjadi Seoarang Pemimpin itu Mudah tapi Sulit... Apalagi dijaman Sekarng Ini seorang Pemimpin sering menganggap dirinya adalah seorang Raja... disini saya akan sedikit memberikan pandangan pada anda baik yang sudah menjadi seorang Pemimpin Perusahaan Besar, Negara, Rumah Tangga, ataupun Organisasi dan lain lain... Jika Anda bisa mengetrapkan dalam Jiwa dan langkah Anda, Saya yakin Apa yang Anda Pimpin akan Semakin Lebih berhasil...


  • KETULUSAN : Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi, Orang yang tulus selalumengatakan kebenaran, tidak suka mengada ada, pura pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikan fakta. Prinsipnya "ya diatas ya dan tidak diatas tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular, dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
  • KERENDAHAN HATI : Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, Kerendah Hatian justru mengungkapkan kekuatan, hanya orang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder.
  • KESETIAAN : Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
  • POSITIVE THINKING : Orang yang bersikap positif ( Positive Thinking ) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
  • KECERIAAN : Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
  • BERTANGGUNG JAWAB : Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
  • PERCAYA DIRI : Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tau apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
  • KEBESARAN JIWA : Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
  • EASY GOING : Orang yang Easy Going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.
  • EMPATI : Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Ya seandainya para pemimpin negeri ini mau menjalankannya, tentu Situasi Polotik dan Ekonomi Indonesia akan Lebih baik. Saat ini dalam lingkup DKI jakarta kita Punya AHOK, dan dalam lingkup NKRI kita punya JOKOWI, kedua tokoh ini Gaya bicaranya berbeda, yang satu lembut dan yang satu keras, akan tetapi kedua tokoh ini satu pemikiran dalam membangun NKRI tanpa embel embel Apapun, karena Kejujuran mereka dan komitmen meraka, maka banyak Tokoh Kapitalisme yang ingin menyingkirkan JOKOWI & AHOK, Agar apa yang sudah di bangun SOEHARTO ( bapak pembangunan Korupsi, Kolusi & Nepotisme ) terus dilaksanakan...

GOOD LUCK
Pendapat Anda

0 komentar:

Custom Search