Translate this page to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


Beli Pulsa Listrik Disini

www.opulsa.com

Seorang Istri Sangat Berpotensi Melakukan Perselingkuhan..

Wanita Karier Potensi Selingkuh?

WANITA & KARIER
* Saat Pria Lain Mencuri Hati
“Halo Say, Kita Senang-senang Yuk”

perselingkuhan


Kedekatan itu bermula dari curhat-curhat (curahan hati, Red) ringan. Ketika Ana (nama rekaan), menemukan teman curhat yang asyik di sela kesibukannya di kantor. Lewat sebuah situs pertemanan dunia maya, Ana berkenalan dengan Adi. Mereka berdua nyaris tak pernah pernah melewatkan hari-hari tanpa chating. Ujung-ujungnya, seperti dendangan lagu Ratu : Teman Tapi Mesra…

Ana yang mengaku sulit terlepas dari jerat perselingkuhan, awalnya sama sekali tak memiliki niatan serius. Terlebih, wanita yang bekerja sebagai marketing di perusahaan pelayaran ini hidup berbahagia dengan suaminya dan dua anaknya.

Basically (pada dasarnya) rumah tangga aku totally fine (baik-baik saja), namun entah mengapa hari-hariku sekarang terasa kurang lengkap kalau tanpa Adi. Mungkin Adi telah mencuri hatiku,” selorohnya enteng. Ana pun mengaku kelimpungan kalau sehari saja tidak mengontak Adi yang masih lajang itu. “Obrolan kita selalu nyambung, Adi selalu bisa mencairkan suasana dengan banyolan-banyolannya yang menghilangkan stres. Singkatnya, Adi telah menorehkan warna tersendiri dalam hidupku,” timpal wanita yang telah lebih dari setengah tahun menjadikan Adi sebagai PIL (pria idaman lain).

Hubungan Ana dan Adi kian intim tatkala Adi menjadi salah satu klien dalam perusahaannya. Uniknya, Ana juga tak memungkiri jika kedekatannya dengan Adi justru menjadi pemicu semangat dalam bekerja.
Namun, belakangan Ana ketar-ketir hubungannya tercium sang suami. “Sama sekali aku nggak berniat membohongi suami aku. Akupun nggak kebayang jika kelak suami aku memergokiku tengah berkencan dengan Adi. Tentu aku akan mencari cara bagaimanapun agar tidak kehilangan suami dan anak-anakku,” sergahnya.

Cinta Bisa Berubah

Psikolog dari Universitas Surabaya (Ubaya), Dra Elly Yuliandari MPsi memandang, pada dasarnya setiap orang baik wanita maupun laki-laki berpotensi melakukan perselingkuhan. Perselingkuhan bisa terjadi lantaran kedua belah pihak sama-sama mau. “Manusia merupakan pribadi yang bisa berubah, baik itu cara berpikir atau sudut pandang menyelesaikan persoalan. Pasangan yang awalnya mengaku cinta mati, bisa sangat berubah karena keadaan. Pasangan yang sudah mengikat janji dan berkomitmen dalam perkawinan pun, kemungkinan berpisah fifty-fifty,” jelas alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Berselingkuh dengan teman kerja menjadi hal yang sangat jamak, lantaran intensitas bertemu setiap hari dan interaksi yang dilatarbelakangi kepentingan yang sama. “Perselingkuhan di dunia kerja mudah terjadi karena seseorang dalam pekerjaannya bergaul dengan banyak orang dan mudah mencari partner yang sejalan atau seide. Ketika seseorang mulai melibatkan emosi secara intens di luar urusan kerja, ini menjadi sinyal perselingkuhan.”

Menurut Elly, perselingkuhan tak cuma terjadi pada keluarga yang tengah bermasalah, keluarga baik-baik pun bisa. “Sudah naluriah orang selalu berusaha mencari tantangan atau sesuatu yang baru yang bisa membuatnya have fun,” lanjutnya.

Bahkan yang juga mulai dijumpai, adanya kecenderungan wanita workaholic (gila kerja) juga mulai berselingkuh. Bukan karena mencari teman curhat, tapi sekadar incip-incip mencari variasi dalam hubungan seks.

Elly menyarankan agar setiap orang selalu memiliki plan B. “Kita jangan lekas puas ketika plan A terpenuhi. Ketika orang sudah menikah, biasanya tidak terbayang akan berpisah sehingga mentalnya tidak siap ketika perpisahan itu benar-benar terjadi,” imbuh ibu dua anak ini.
Menurut Elly, kasus perselingkuhan, sebenarnya tak hanya bisa terjadi di kalangan wanita bekerja atau pria bekerja. “Ibu rumah tangga juga bisa berselingkuh. Namun, mereka yang berkarir karena lebih banyak bergaul umumnya memiliki pribadi yang terbuka dan percaya diri serta bisa memperjuangkan keinginan. Sehingga lebih mudah terlibat perselingkuhan. Sebaliknya, ibu-ibu rumah tangga punya kecenderungan tidak percaya diri,” lanjutnya.

Ketika perselingkuhan menjadi hal yang jamak dijumpai, Elly menyarankan, perlunya pasangan kembali ke komitmen awal. “Kita perlu menelaah apakah pasangan kita masih setia dengan komitmen yang dulu pernah disepakati bersama. Kalau hubungan suami istri berjalan membosankan, ada baiknya pasangan menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi pasangannya, seperti memberi surprise berupa cokelat, bunga atau keinginannya yang terpendam. Jalan-jalan atau nonton nonton berdua tanpa si kecil juga bisa menjadi alternatif,” jelasnya. ame

Fakta Seputar Selingkuh

• Perselingkuhan yang berawal dari curahan hati alias curhat yang kemudian menjadi ‘curhat’ alias mencuri hati, memang sulit didefinisikan. Namun, secara umum ada dua kategori selingkuh, secara psikologis dan secara fisik. Selingkuh secara psikologis, apabila dalam tahap carrying (keikatan), intimacy (kedekatan disertai afektif), tidak berlanjut dengan komitmen. Selingkuh secara fisik apabila tahapan-tahapan tersebut disertai dengan hubungan badan.

• Secara umum, ada dua alasan penyebab selingkuh. Pertama, faktor manusia yang memang gampang berubah. Kedua, karena karakteristik orang tersebut yang memang suka berpaling. Agar tidak terjerat perselingkuhan, sebaiknya setiap pasangan serius mempertahankan komitmen yang telah dibangun bersama.
• Berselingkuh dengan teman kerja menjadi hal yang sangat jamak, lantaran intensitas bertemu setiap hari dan interaksi yang dilatarbelakangi kepentingan yang sama. Ketika seseorang mulai melibatkan emosi secara intens di luar urusan kerja, ini menjadi sinyal perselingkuhan.
• Wanita karir lebih rentan melakukan perselingkuhan karena bertemu banyak orang dan cenderung memiliki pribadi terbuka. ame

Dini Rahmawati, 26, Karyawan RS Swasta
Saya harus punya rambu-rambu yang tegas agar terhindar dari perselingkuhan. Saya perlu membatasi diri agar jangan sampai persoalan pribadi, misalnya yang menyangkut urusan rumah tangga, jangan terungkap ke teman, terutama teman lawan jenis. Bagaimanapun ketika curhat selalu saja melibatkan emosi. Ada baiknya ketika bener-bener pengin curhat, mending mencari teman curhat yang sesama jenis. Tantangan dalam membina rumah tangga justru terletak pada kekuatan menjaga komitmen yang telah disepakati dengan pasangan di hadapan Tuhan, bukan tantangan mencari variasi baru dan menganggap rumput tetangga lebih hijau. Tak kalah penting, dalam bekerja pun harus bisa membedakan sejauh mana hubungan dengan rekan kerja berjalan secara profesional.

Feby Tusa, 27, Aktivis Perempuan
Waktu aku masih kerja di sebuah radio, aku nggak mengalami yang namanya selingkuh dengan teman sekantor. Habisnya kami sudah seperti saudara aja. Rasa sayangnya ya kayak saudara. Tapi aku punya teman baik cewek yang sampai sekarang masih jalan dengan cowok selingkuhannya. Mereka sama-sama sudah tunangan dengan orang lain. Temanku nggak nikah-nikah juga karena masih bimbang apakah meneruskan pertunangannya atau putus dan jalan dengan selingkuhannya yang kebetulan atasannya di kantor? Kalau kondisinya seperti temanku, aku pikir itu wajar saja karena selama belum terikat dengan pernikahan, kita berhak memilih yang terbaik. Tapi lain soal kalau sudah terikat dengan pernikahan karena ini menyangkut komitmen seumur hidup. Jadi kalau sudah menikah, jangan coba-coba selingkuh dan jangan memberi peluang untuk sebuah perselingkuhan, misalnya keseringan curhat dengan teman kantor lawan jenis. Menurutku sih, curhat itu juga awal dari sebuah perselingkuhan.

Rachma, 23, (nama rekaan), Wartawan

Sama sekali aku tidak punya niatan berselingkuh, mengingat dia telah memiliki anak dan istri. Namun, keadaan berkata lain. Meski kami bekerja di media yang berlainan, kami sering bertemu karena kami seprofesi, kebetulan tempat kerja kami juga berdekatan. Kami pun akhirnya sering curhat, dan tak sadar curhat kami merambah pada hal-hal yang sifatnya pribadi. Aku pun kian mengagumi sosoknya yang amat dewasa. Perasaan kagum itu pun berubah menjadi cinta dan tak ingin kehilangannya. Gayung bersambut, tanpa kusadari dia memiliki perasaan yang sama. Di sela liputan, kami selalu menyempatkan diri untuk ngobrol. Obrolan kami pun sering nyambung karena kami punya cara pandang yang sama atas banyak hal. Minat kami pun sama dan kebetulan juga satu almamater ketika kuliah. Makan siang berdua pun akhirnya menjadi bagian dari rutinitas. Kalau awalnya cuma makan siang, kali ini berlanjut dengan midnight-an alias nonton berdua. Saya sadar, meski saya kini sedang melajang, saya tidak ingin ketika menikah nanti saya diperlakukan seperti ini oleh suami saya. Saat ini, saya mencari cara untuk segera mengakhiri hubungan ini.

INTIPS:

Akibat Cinta Lokasi
Dari teman kerja dan teman curhat akhirnya jadi suami istri. Begitulah yang dialami oleh pasangan artis Cindy Fatikasari dan Tengku Firmansyah. Keduanya menjadi dekat lantaran sering bertemu di lokasi syuting dan di luar lokasi pekerjaan. Alhasil mereka menjadi akrab dan sering jalan bareng.
Keduanya bertemu kali pertama di sebuah acara televisi bersegmen remaja, Ekspresi, yang tayang di sebuah stasiun televisi swasta, tahun 1997 silam. Waktu itu, Cindy dan Firman menjadi presenter acara tersebut.
”Pertama ketemu sama dia, aku pikir cakep banget nih, cewek. Boleh dibilang aku jatuh cinta pada pandangan pertama,” ucap Firman dalam sebuah wawancara dengan majalah remaja, mengenang kali pertama bertemu Cindy.

Sayangnya, rasa suka Firman terpaksa dipendam. Cindy adalah pacar Irfan, seorang penyiar radio di Jakarta. Firman memilih menjaga pertemanan dengan Cindy. Baru setelah Cindy bubrah dengan pacarnya, Firman gencar melakukan pendekatan. Hasilnya ? Tanpa harus menjadi selingkuhan, Firman sukses menggaet Cindy.

”Dia laki-laki yang aku cari. Dari dulu aku memang suka lelaki yang cuek, slengekan, dan tidak suka mengatur. Pokoknya hidup apa adanya, dan dia memang tipe aku,” kata Cindy. Merekapun akhirnya berpacaran dan sekitar awal tahun 2000, memutuskan menikah. Kini mereka telah dikarunia tiga orang anak, dengan kehidupan perkawinan yang nyaris bersih dari gosip.
Pendapat Anda

0 komentar:

Custom Search